
forte – 11 Desember 2025 Kalau kamu udah nyiapin wishlist buat rakit PC akhir tahun, kayaknya harus tarik rem tangan dulu. Soalnya harga RAM dan SSD lagi naik liar banget! Banyak yang nuding perkembangan AI skala besar sebagai biang kekacauan ini.
Krisis Memori di Seluruh Dunia
Fenomena naiknya harga memori ini bukan hal receh—ini terjadi global.
Di Amerika, retailer CyberPowerPC udah wanti-wanti kalau RAM dan SSD bakal naik terus. Kenaikannya bahkan udah kejadian dari Oktober 2025, dan Desember diprediksi makin brutal. MicroCenter sampai nyopot label harga RAM/SSD mereka — tanda fix harga fluktuatif banget. Framework juga stop jual RAM satuan biar nggak dimanfaatkan sama orang-orang yang doyan menimbun barang pas lagi langka.
Di Central Computers, California, mereka bahkan masang pengumuman kalau harga berubah setiap hari. Jepang juga udah mulai batasi pembelian RAM dan SSD sejak awal November. Di Taiwan? Kalau mau beli DRAM harus sekalian beli motherboard. Auto paket hemat.Dan kenaikannya? Nggak sopan banget.
RAM bisa naik sampai 500%. SSD naik 100%. Harga DDR5 64 GB bahkan udah mendekati PlayStation 5 Pro.
Karena kondisi kayak gini, AMD mikir buat naikin harga GPU mereka. Valve juga bilang krisis ini bikin mereka belum bisa ngumumin harga Steam Machine.
AI Jadi Penyebab Utama?

Banyak analisis bilang masalah ini muncul karena perusahaan-perusahaan gede lagi jor-joran bikin pusat data AI raksasa. Model AI generatif macam GPT dan Gemini butuh memori yang ukurannya gila-gilaan. Training satu model aja bisa makan terabyte memori, jadi wajar kalau Google, Meta, Amazon, dan Microsoft ngisep sampai 40% produksi DRAM dunia buat server mereka.
Pabrik chip juga lagi fokus produksi High Bandwidth Memory (HBM) yang dipakai GPU AI, alih-alih DRAM/NAND buat konsumen umum. Jadinya stok RAM dan SSD buat kita-kita makin tipis.Selain itu, karena permintaan naik tapi supply cekak, produsen chip sekalian ngegas naikin harga kontrak. Stok DRAM global di Q3 2025 bahkan cuma cukup buat 3,3 minggu produksi — level paling rendah sejak 2018.
Faktor Lain yang Ikut Bikin Parah
Industri memori dikuasai Samsung, Micron, dan SK Hynix. Karena permintaan dari server AI jauh lebih cuan, mereka fokus ngerjain pesanan B2B dan otomatis ngurangin produksi buat pasar konsumen.
Kenapa nggak tambah kapasitas produksi aja?
Karena mereka takut hype AI bisa pecah sewaktu-waktu kayak gelembung dot-com. Jadi mereka pilih jalan aman.Brand besar kayak ASUS dan MSI ikutan panik dan borong stok RAM biar aman. PlayStation juga disebut-sebut lagi menimbun RAM supaya produksi PS5 nggak keganggu, sementara Xbox mungkin harus naikin harga konsol.Belum lagi retailer nakal yang memanfaatkan kondisi ini buat nge-markup harga.
Penutup
Kondisi ini mirip banget sama masa-masa crypto boom, waktu GPU jadi barang langka dan harganya bikin sakit kepala. Tapi akhirnya normal juga.CyberPowerPC bilang kenaikan ini cuma sementara. Harga akan turun lagi kalau pemasok nurunin harga kontrak mereka.
Sayangnya, belum ada yang tahu kapan — bisa 2026, bisa juga sampai 2027.
Wallace Santos dari MAINGEAR kasih saran: kalau mau upgrade RAM/SSD/GPU, coba cari yang harganya belum ikut naik. Tapi jelas susahnya bukan main. Kalau udah mentok banget, ya sabar sampai harga balik normal.
