
forte – 08 Desember 2025, Dengan tema “Innovate, Empower, Connect – Towards A Healthier Tomorrow,” acara ini menjadi wadah pameran teknologi kesehatan, edukasi publik, layanan kesehatan, serta penguatan kolaborasi menuju Indonesia Emas 2045. Wakil Menteri Kesehatan, Prof. Dante Saksono Harbuwono, menyampaikan empati kepada masyarakat Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara yang terdampak bencana, serta menegaskan bahwa pemerintah sedang mempercepat pemulihan layanan kesehatan, penyaluran logistik, dan mobilisasi tenaga medis secara terkoordinasi.
Tujuan utama kegiatan ini adalah memperkuat inovasi kesehatan, meningkatkan kesiapan generasi muda menuju 2045, serta membangun kemandirian industri kesehatan agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna tetapi produsen obat, vaksin, dan alat kesehatan. Manfaatnya meliputi peningkatan akses layanan kesehatan, percepatan pemulihan daerah bencana, edukasi kesehatan untuk masyarakat, dan penguatan teknologi kesehatan nasional. Melalui pameran inovasi, seminar, business matching, serta integrasi layanan SATUSEHAT, pemerintah mendorong peningkatan deteksi dini penyakit, pencegahan jangka panjang seperti diabetes dan TBC, serta penguatan produktivitas masyarakat. Dengan menjadikan kesehatan sebagai prioritas dan inovasi sebagai budaya, pemerintah berharap pembangunan bangsa dapat berjalan lebih cepat, berkelanjutan, dan berdampak luas bagi masa depan Indonesia.
Selain rangkaian utama, HAI-Fest 2025 turut menghadirkan Zona Health-Tech Startup yang diikuti lebih dari 80 perusahaan rintisan dalam bidang digital health, bioteknologi, kecerdasan buatan medis, hingga perangkat kesehatan berbasis IoT. Para inovator menampilkan solusi seperti sistem diagnosis cepat berbasis AI, aplikasi pemantauan kesehatan real-time, robot asisten medis, serta platform telemedisin generasi terbaru yang terintegrasi penuh dengan SATUSEHAT. Kehadiran zona ini diharapkan dapat membuka peluang investasi dan mempercepat pertumbuhan ekosistem inovasi kesehatan di Indonesia.
Di sisi lain, Kementerian Kesehatan juga mengadakan Forum Nasional Transformasi Kesehatan, yang mempertemukan para pemangku kepentingan—termasuk industri farmasi, akademisi, pemerintah daerah, dan organisasi profesi kesehatan. Forum tersebut membahas strategi penguatan sistem kesehatan nasional mulai dari pengembangan industri farmasi dalam negeri, pengendalian penyakit menular dan tidak menular, hingga pemanfaatan big data kesehatan untuk perencanaan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Untuk masyarakat umum, tersedia layanan cek kesehatan gratis, vaksinasi, edukasi gizi, konseling penyakit kronis, hingga simulasi tanggap bencana kesehatan. Antusiasme pengunjung terlihat dari membludaknya peserta pada sesi edukasi digital health literacy yang membahas bagaimana masyarakat dapat memanfaatkan teknologi untuk memantau kesehatan keluarga secara mandiri.
Acara ini juga menjadi momentum bagi pemerintah untuk menegaskan komitmen mempercepat transformasi layanan kesehatan primer, termasuk memperluas layanan Puskesmas berbasis digital, meningkatkan distribusi tenaga kesehatan ke daerah 3T, dan memperkuat sistem rujukan nasional.
“Kita memiliki dua dekade untuk memastikan mereka tumbuh menjadi generasi yang sehat, kuat, cerdas, dan berdaya saing global,” Prof. Dante dalam rilis berita Senin (8/12/2025).
“Ketika kesehatan menjadi prioritas dan inovasi menjadi budaya, kemajuan bangsa bukan lagi cita-cita, melainkan kepastian,” tutup Prof. Dante.
